»
anda sedang membaca ...
e. seri: sejenak bersama keluarga rosululloh #SBKR

#SBKR Eps 7: Mencari tahu Kebenaran

Contoh lain keteladanan Rosululloh adalah ketika dalam perjalanan pulang dari perang Mustoliq, Rosululloh dan rombongan berhenti di suatu tempat untuk beristirahat.

Aisyah RA yang kali ini mendapat giliran menemani Rosululloh berperang, turun dari sekeduk, tandu tertutup tempat para perempuan duduk dalam perjalanan, untuk buang hajat kecil. Namun, ketika ia kembali ke sekeduknya, Aisyah baru menyadari bahwa ia kehilangan kalung yang dikenakannya. Maka, tanpa sepengetahuan yang lain, Aisyah pun segera turun untuk mencari kalungnya yang hilang tersebut.

Sementara itu, yang lain mengira jika rombongan telah lengkap. Maka, rombongan pun meneruskan perjalanan kembali. Ketika akhirnya Aisyah kembali ke tempat dimana sebelumnya rombongan berhenti, ia mendapati bahwa ia telah tertinggal. Aisyah tidak tahu harus berbuat apa di padang pasir nan luas tersebut. Ia hanya dapat menangis dan pasrah akan keadaannya.

Tak lama kemudian, terlihat Sofwan bin Mu’atol seorang sahabat yang nampaknya ia juga tertinggal rombongan. Ketika ia mengetahui bahwa Ummul Mu’minin ini tertinggal, dengan penuh kesopanan ia segera menawarkan kudanya untuk ditunggangi Aisyah. Kemudian, ia menuntunnya hingga Madinah.

Setiba di Madinah, Abdulloh bin Ubay bin Salu, si munafikun, yang memang dikenal sebagai penyebar fitnah, segera memanfaatkan kesempatan itu. Ia menyebarkan berita bahwa Aisyah RA seorang Ummul Mu’minin telah berbuat keji dengan seorang laki-laki.

Berita ini akhirnya sampai ke telinga Rosululloh. Namun, Aisyah sendiri tidak mendengar desas-desus busuk tersebut. Karena, sekembali dari peristiwa tersebut, ia jatuh sakit. Yang ia ketahui hanya perlakuan Rosululloh, suami tercintanya itu, berubah 180 (seratus delapan puluh) derajat. Ia baru menyadari penyebab perubahan sikap Rosululloh yang dingin dan tidak bersahabat itu, ketika ia sembuh dan mendengar berita miring tentang dirinya.

Namun, apakah Rosululloh langsung melampiaskan kemarahan tanpa mencari tahu kebenaran berita tersebut? Sama sekali tidak. Rosululoh memang jelas amat kecewa dan marah. Namun, beliau berusaha menahan perasaannya. Rosululloh tidak ingin bertindak gegabah. Beliau ingin memastikan dari mulut Aisyah sendiri mengenai berita itu. Satu bulan lamanya Rosululloh dalam keadaan seperti itu. Beliau menunggu hingga istri tercintanya itu sembuh.

Namun, belum sampai Rosululloh menanyakan hal yang sebenarnya terjadi, turun ayat yang menerangkan tentang kebersihan dan ketidak bersalahan Aisyah, dalam surat An-Nuur ayat 11 (sebelas) hingga 14 (empat belas). Dengan segera Rosululloh pun meminta maaf, akan kecurigaan dan perlakuan yang menyangsikan kesetiaan istrnya itu.

Inilah teladan Rosululloh yang mestinya diambil kaum lelaki dalam menghadapi kecurigaan terhadap istrinya. Mencari tahu kebenaran informasi yang sejelas-jelasnya dan menghilangkan keangkuhan untuk segera meminta maaf jika melakukan kesalahan atau kekhilafan.

♫  Dengar audio : soundcloud.com/kisahrosululloh
► Download audio : 4shared | mediafire
Sumber : radio MQ 102,7 FM Bandung via zanuarpages.wordpress.com

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: