»
anda sedang membaca ...
c. pusaka, peninggalan

Pedang Pendamping Dakwah Nabi

Pedang menjadi alat yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan bangsa Arab. Pada zaman baik saat masih era jahiliyah maupun setelahnya, pedang menjadi simbol identitas dan kemuliaan. Tidak sekadar sebagai alat untuk berperang.

Di masa Islam, pedang menjadi hal yang tidak terpisahkan dalam pergerakan dakwah Rasulullah dan para Sahabatnya. Rasulullah saw dan para sahabatnya memiliki pedang-pedang yang khas sebagai pendukung dakwah mereka dan mempertahankan kemuliaan Islam. Kepemilikan ini mengingat ancaman yang senantiasa mereka terima dari kaum kafir dan musyrik kala itu.

Sepanjang hidupnya, Nabi Muhammad dan para sahabat memang terlibat banyak konflik dan perang dengan kaum musyrik yang memusuhi mereka. Cendekiawan muslim dari Mesir, Dr Muhammad Imarah dalam penelitiannya menyebutkan selama 23 tahun perjalanan dakwah, Rasulullah dan para Sahabat hanya terlibat 28 kali perang besar dengan jumlah korban tewas 386 orang baik pihak muslim maupun musuh. Jumlah ini tentu berbeda dengan perang-perang yang terjadi di luar Islam. Namun dari 28 perang ini, hanya 9 yang terjadi pertempuran. Selebihnya, yaitu musuh menyerah damai. Selain perang, di masa Rasulullah juga dilakukan 38 ekspedisi dakwah ke berbagai wilayah.

Peperangan yang dilakukan Rasulullah juga bukan strategi menyerang, melainkan lebih banyak bertahan dan mempertahankan keimanan, kemuliaan Islam, dan keamanan wilayah dari rongrongan kaum kafir dan musyrik kala itu.

Oleh karena itulah, memiliki pedang bagi Rasulullah dan Sahabat menjadi keniscayaan. Rasulullah sendiri memiliki 9 pedang yang menjadi alat pendukung dakwahnya. Berikut pedang Nabi Muhammad saw:

1. Pedang Al Ma’thur

1. pedang al ma'thurJuga dikenal sebagai ‘Ma’thur Al-Fijar’ adalah pedang yang dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW sebelum dia menerima wahyu yang pertama di Mekah. Pedang ini diberi oleh ayahnya, dan dibawa waktu hijrah dari Mekah ke Medinah sampai akhirnya diberikan bersama-sama dengan peralatan perang lain kepada Ali bin Abi Thalib.

Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade dengan panjang 99 cm. Pegangannya terbuat dari emas dengan bentuk berupa 2 ular dengan berlapiskan emeralds dan pirus. Dekat dengan pegangan itu terdapat Kufic ukiran tulisan Arab berbunyi: ‘Abdallah bin Abd al-Mutalib’.

2. Pedang Al Battar

2. Pedang Al BattarAl Battar adalah sebuah pedang Nabi Muhammad SAW sebagai hasil rampasan dari Banu Qaynaqa. Pedang ini disebut sebagai ‘Pedangnya para nabi’, dan di dalam pedang ini terdapat ukiran tulisan Arab yang berbunyi : ‘Nabi Daud AS, Nabi Sulaiman AS, Nabi Musa AS, Nabi Harun AS, Nabi Yusuf AS, Nabi Zakaria AS, Nabi Yahya AS, Nabi Isa AS, Nabi Muhammad SAW’.

Di dalamnya juga terdapat gambar Nabi Daud AS ketika memotong kepala dari Goliath, orang yang memiliki pedang ini pada awalnya. Di pedang ini juga terdapat tulisan yang diidentifikasi sebagai tulisan Nabataean.

2. Pedang Al Battar-a2. Pedang Al Battar-b2. Pedang Al Battar-d

Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade dengan panjang 101 cm. Dikabarkan bahwa ini adalah pedang yang akan digunakan Nabi Isa AS kelak ketika dia turun ke bumi kembali untuk mengalahkan Dajjal.

3. Pedang Dhu Al Faqar

3. Pedang ZulfikarDhu Al Faqar adalah sebuah pedang Nabi Muhammad SAW sebagai hasil rampasan pada waktu perang Badr. Dan dilaporkan bahwa Nabi Muhammad SAW memberikan pedang ini kepada Ali bin Abi Thalib, yang kemudian Ali mengembalikannya ketika Perang Uhud dengan bersimbah darah dari tangan dan bahunya, dengan membawa Dhu Al Faqar di tangannya. Banyak sumber mengatakan bahwa pedang ini milik Ali Bin Abi Thalib dan keluarga. Berbentuk blade dengan dua mata.

4. Pedang Hatf

4. Pedang HatfHatf adalah sebuah pedang Nabi Muhammad SAW sebagai hasil rampasan dari Banu Qaynaqa. Dikisahkan bahwa Nabi Daud AS mengambil pedang ‘Al Battar’ dari Goliath sebagai rampasan ketika dia mengalahkan Goliath tersebut pada saat umurnya 20 tahun. Allah SWT memberi kemampuan kepada Nabi Daud AS untuk ‘bekerja’ dengan besi, membuat baju baja, senjata dan alat perang, dan dia juga membuat senjatanya sendiri. Dan Hatf adalah salah satu buatannya, menyerupai Al Battar tetapi lebih besar dari itu. Dia menggunakan pedang ini yang kemudian disimpan oleh suku Levita (suku yang menyimpan senjata-senjata barang Israel) dan akhirnya sampai ke tangan Nabi Muhammad SAW

Sekarang pedang ini berada di Musemum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade, dengan panjang 112 cm dan lebar 8 cm.

5. Pedang Al Mikhdham

5. Pedang Al MikhdhamPedang Al Mikhdham memiliki panjang 97 cm dan memiliki ukiran tulisan Arab berbunyi ‘Zayn al-Din al-Abidin’. Sebagian sumber mengisahkan, pedang ini berasal dari Nabi Muhammad yang diberikan kepada Ali bin Abi Thalib dan diwariskan kepada anak-anak Ali. Sumber lain mengisahkan pedang ini dimiliki Ali sebagai hasil rampasan saat menyerang Syria.

6. Pedang Al Rasub

6. Pedang Al RasubAda yang mengatakan bahwa pedang ini dijaga di rumah Nabi Muhammad SAW oleh keluarga dan sanak saudaranya seperti layaknya bahtera (Ark) yang disimpan oleh bangsa Israel.

Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade dengan panjang 140 cm, mempunyai bulatan emas yang didalamnya terdapat ukiran tulisan Arab yang berbunyi: ‘Ja’far al-Sadiq’.

7. Pedang Al Qadib

7. Pedang Al QabidAl-Qadib berbentuk blade tipis sehingga bisa dikatakan mirip dengan tongkat. Ini adalah pedang untuk pertahanan ketika bepergian, tetapi tidak digunakan untuk peperangan. Ditulis di samping pedang berupa ukiran perak yang berbunyi syahadat: “Tidak ada Tuhan selain Allah, Muhammad Rasul Allah – Muhammad bin Abdallah bin Abd al-Mutalib.” Tidak ada indikasi dalam sumber sejarah bahwa pedang ini telah digunakan dalam peperangan. Pedang ini berada di rumah Nabi Muhammad SAW dan kemudian hanya digunakan oleh khalifah Fatimid.

Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Panjangnya adalah 100 cm dan memiliki sarung berupa kulit hewan yang dicelup.

8. Pedang Qal’a

8. Pedang Qal’aPedang ini dikenal sebagai “Qal’i” atau “Qul’ay.” Nama yang mungkin berhubungan dengan tempat di Syria atau tempat di dekat India Cina. Ulama negara lain bahwa kata “qal’i” merujuk kepada “timah” atau “timah putih” yang di tambang berbagai lokasi. Pedang ini adalah salah satu dari tiga pedang Nabi Muhammad SAW yang diperoleh sebagai rampasan dari Bani Qaynaqa. Ada juga yang melaporkan bahwa kakek Nabi Muhammad SAW menemukan pedang ini ketika dia menemukan air Zamzam di Mekah.

Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade dengan panjang 100 cm. Didalamnya terdapat ukiran bahasa Arab berbunyi: “Ini adalah pedang mulia dari rumah Nabi Muhammad SAW, Rasul Allah.” Pedang ini berbeda dari yang lain karena pedang ini mempunyai desain berbentuk gelombang.

9.Pedang Al ‘Adib

9.Pedang Al 'AdibAl-‘Adb, nama pedang ini, berarti “memotong” atau “tajam.” Pedang ini dikirim ke para sahabat Nabi Muhammad SAW sesaat sebelum Perang Badar. Dia menggunakan pedang ini di Perang Uhud dan pengikut-pengikutnnya menggunakan pedang ini untuk menunjukkan kesetiaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Sekarang pedang ini berada di masjid Husain di Kairo Mesir.

Sumber :
Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi (Cairo: Hijr, 1312/1992)
http://news.detik.com/read/2012/08/08/160120/1986445/631/ini-dia-9-pedang-pendamping-dakwah-nabi
http://terselubung.blogspot.com/2010/03/daftar-9-pedang-nabi-muhammad-saw.html

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: