»
anda sedang membaca ...
b. kisah, teladan, akhlak, pribadi

Kisah Pertemuan Muhammad dengan Pendeta Bahira

Bismillaahir rahmaanir rahiim. | Kuawali dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Kisah “Pertemuan dengan pendeta Bahira”

1) Abu Thalib menyertai rombongan dagang Quraisy menuju Syam. Tatkala ia telah siap untuk berangkat,

2) Rasulullah SAW berkeinginan untuk ikut pergi bersamanya. Abu Thalib tidak kuasa meninggalkannya. Ia berkata:

3) “Demi Allah aku harus membawanya pergi bersamaku. Ia tidak boleh berpisah lama-lama denganku.”

4) Kemudian Abu Thalib berangkat dengan membawa Rasulullah SAW bersamanya.

5) Ketika rombongan bisnis Quraisy sampai di Busra, sebuah kawasan di Syam, ternyata di sana hidup seorang pendeta bernama Bahira,

6) Ia sedang berada dirumah ibadahnya. Bahira adalah sosok yang paling tahu tentang agama kristen.

7) Dirumah ibadahnya itu dia hidup sebagai seorang pendeta, & umat Nasrani mendapatkan ilmu dari rumah ibadah tersebut melalui sebuah kitab

8) Kitab yang ada didalamnya yang diwariskan hingga turun temurun, dari satu generasi ke generasi berikutnya.

9) Pada tahun ini rombongan Quraisy berhenti di Bahira dimana sebelumnya mereka senantiasa melewatinya namun Bahira tidak pernah mau bicara

10) dan tidak pernah memperdulikan mereka hingga tahun ini. Tatkala rombongan berhenti di dekat rumah ibadah Bahiradi tahun ini,

11) Ia membuatkan makanan yang banyak sekali untuk mereka. Pendeta Bahira melakukan semua itu karena

12) ada sesuatu yang dia lihat saat berada di dalam rumah ibadahnya. adapula yang mengatakan saat Bahira melihat Rasulullah

13) berada di tengah-tengah rombongan Quraisy sedangkan awan menaungi beliau di tengah mereka.

14) Kemudian mereka berhenti dibawah rindang pohon dekat Bahira. Bahira melihat awan ketika pohon menaungi Rasulullah SAW & ranting-ranting

15) Pohon merunduk luluh kepada beliau hingga Rasulullah bernaung dibawahnya. Saat Bahira menyasikan peristiwa itu,

16) ia keluar dari rumah ibadahnya dan menyuruh pembantunya membuat makanan. Sedangkan ia pergi ketempat rombongan bisnis Quraisy.

17) Ia berkata kepada mereka: “Wahai orang-orang Quraisy, sungguh aku telah membuat makanan yang banyak untuk kalian.

18) Aku ingin kalian semua hadir.” Ada seseorang yang bertanya pada Bahira: “Demi Allah Bahira, betapa luar biasanya apa yang engkau lakukan

19) kepada kami hari ini. Padahal sebelum ini kami sering melewati tempat tinggalmu ini. Apa gerangan yang terjadi pada dirimu hari ini?”

20) Bahira berkata: “Engau tidak salah. Aku dulu memang persis seperti yg engkau utarakan. Namun kalian adalah tamu & aku suka menjamu tamu.

21) Aku telah membuat makanan untuk kalian & aku ingin kalian menikmatinya.” Merekapun masuk sementara Rasulullah tinggal karena masih kecil

22) Beliau bernaung dibawah pohon untuk menjaga perbakalan rombongan Quraisy. kemudian Bahira berkata:

23) “Hai orang-orang Quraisy jangan sampai ada seorangpun yang tidak memakan makananku ini.” Mereka berkata kepada Bahira:

24) “Wahai Bahira, masih ada seorang anak kecil (Rasulullah) yang tertinggal di tempat perbekalan rombongan. Bahira berkata:

25) “Janganlah kalian bertindak seperti itu, panggillah dia agar makan bersama dengan kalian.”

26) setelah itu Bahira menemui Rasulullah SAW, mendekapnya dan mendudukkannya bersama rombongan Quraisy lainnya.

27) Ketika Rasulullah datang, Bahira memperhatian beliau dengan teliti, dan memperhatikan seluruh tubuhnya . Dari hasil penglihatannya,

28) Dia dapatkan sifat-sifat kenabian pada beliau. Tatkala mereka selesai makan, rombongan Quraisy berpencar sedangkan

29) Bahira mendekati Rasulullah SAW bertanya kepada beliau: “Wahai anak muda, dengan menyebut nama Allah,

30) dan hendaknya engkau menjawab pertannyaanku.” Rasulullah berkata: “Tanyakanlah kepadaku apa saja yang hendak engkau tanyakan.”

31) Bahira menanyakan banyak hal kepada Rasulullah SAW tentang kondisi tidur beliau, postur tubuh beliau, dan masalah-masalah lainnya.

32) Rasulullah SAW menjawab apa yang dia tanyakan. Dan semua jawaban Rasulullah sesuai dengan apa yang dia ketahui.

33) Kemudian Bahira melihat punggung Rasulullah SAW, dan ia melihat tanda kenabian ada di antara kedua pundaknya,

34) Sama persis seperti ciri-ciri nabi yang diketahuinya. Sesaat kemudian Bahira menemui Paman Rasulullah Abu Thalib dan bertanya:

35) “Apakah anak muda ini anakmu?” Dengan cepat Abu Thalib menjawab: “Benar. Ia anakku.” Bahira berkata:

36) “Tidak, dia bukan anakmu. Anak muda ini tidak layak mempunyai seorang ayah yang masih hidup.” kemudian Abu Thalib berkata:

37) “O, ya! Dia anak saudaraku.” Bahira bertanya: “Apa pekerjaan ayahnya?” Abu Thalib menjawab:

38) “Ayahnya meninggal dunia ketika ia didalam kandungan ibunya.” Bahira berkata:

39) “Segeralah bawa pulang ponakanmu ini ke negeri asalmu skarang juga! Jagalah dia dari kejahatan orang-orang Yahudi! Demi Allah,

40) Jika mereka melihatnya seperti yg aku saksikan, niscaya mereka membunuhnya. Sesungguhnya akan terjadi suatu perkara besar pada ponakanmu

41) Karena itulah, bawalah dia pulang segera ke negeri asalmu!” Setelah menuntaskan urusan bisnisnya di negeri Syam,

42) Abu Thalib segera membawa pulang Rasulullah ke Mekkah.

43) Rasulullah SAW tumbuh besar dan berkembang, sementara Allah menjaga dan melindunginya dari daki-daki dekil jahiliyah.

44) Ini karena Allah hendak memuliakannya & memberikan risalah kepadanya.

45) Hingga Rasulullah menjadi seorang dewasa & menjadi suri teladan ditengah kaumnya, sosok yang paling baik akhlak & budi pekertinya,

46) Paling mulia nasabnya, teragung sikap santunnya, paling benar tutur katanya, paling agung memegang amanah, paling jauh dari kekejian,

47) Paling jauh dari Akhlak-akhlak yang mengotori orang laki-laki, hingga akhirnya kaumnya menggelarinya dengan “Al-Amin”

48) kerena Allah menghimpun dalam diri beliau hal-hal yang baik.

49) Rasulullah pernah menceritakan tentang perlindungan Allah padanya dari perilaku Jahiliyah sejak masa kecil. Rasulullah bersabda:

50) “Pada masa kanak-kanakku, aku bersama dengan anak-anak kecil Quraisy mengangkat batu untuk satu permainan yang biasa anak-anak lakukan.

51) Kami semua telanjang dada dan meletakan baju di pundaknya masing-masing untuk memanggul batu. Aku ikut maju mundur bersama dengan mereka

52) Namun tiba-tiba ada seseorang yang belum pernah aku jumpa sebelumnya menamparku dengan tamparan yang amat menyakitkan sambil berkata:

53) “Kenakan kembali pakaianmu!” Lalu segera aku mengambil pakaianku dan mengenakannya. Setelah itu, aku memanggul batu di atas pundakku

54) dengan tetap mengenakan pakaian, tidak seperti yang dilakukan teman-temanku.”

Sekian pembahasan tentang Kisah “Pertemuan dengan pendeta Bahira” | semoga menambah wawasan kita tentang Sejarah kehidupan Rasulullah.

Sumber : http://chirpstory.com/li/39211
@sirahnabawiyah ; timeline date December 13th, 2012

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: